Skip to main content
jurnalisme data

Jurnalisme Data untuk Jurnalis dan Pegiat Literasi

Dibuat untuk membantu Anda mempelajari keahlian memperoleh data, menganalisis, dan menyajikan data dengan perspektif jurnalisme.

Jurnalisme data atau data journalisme adalah sebuah metode yang digunakan kalangan jurnalis untuk melakukan liputan mendalam atau investigasi. Dalam melakukannya, jurnalis dituntut untuk menguasai kemampuan non jurnalistik seperti pencarian data digital, pengolahan dan analisa data keuangan, data sosial media, dan sebagainya.

Program ini juga akan membantu Anda menemukan cerita di balik data, mengungkap fenomena yang selama ini ada di balik tumpukan data.

Kisah sukses jurnalisme data

Kisah sukses pendekatan jurnalisme data di antaranya proyek liputan bersama Panama Papers.

Kolaborasi kurang lebih 400 jurnalis dari 107 organisasi media di lebih dari 80 negara untuk mengerjakan database besar-besaran dari dokumen rahasia keuangan yang bocor (offshore leaks). Liputan investigasi berbasis data ini dipelopori oleh The International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ).

Proyek bersama ini dimulai dari informasi yang sangat rinci sebanyak 2,5 juta catatan tentang struktur keuangan yang didirikan di British Virgin Islands dan negara surga pajak lainnya. Data yang didapat dari dua perusahaan penyedia layanan keuangan luar negeri di negara suaka pajak berhasil menjadi laporan pertama di media pada 3 April 2016, setelah lebih dari satu tahun mengerjakannya.

Salah satu reaksi paling cepat terhadap laporan media tentang Panama Papers datang di Islandia: Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson mengundurkan diri setelah laporan media mengungkapkan bahwa dia memegang sebuah perusahaan perusahaan lepas pantai (offshore) yang digunakan untuk melindungi uang dan dia belum mengungkapkannya.

Di Indonesia, Majalah Tempo adalah satu media dari Indonesia, yang terlibat dalam kolaborasi "Panama Papers", dengan mengerjakan database 803 nama pemegang saham, 10 perusahaan, 28 perusahaan yang diciptakan, dan 58 nama pihak terkait yang disebut dalam dokumen.

Peserta Program

Program Jurnalisme data ini terbuka bagi institusi maupun individu, antara lain dari kalangan jurnalis, kreator konten di sosial media, pegiat literasi, mahasiswa, dan kalangan umum yang tertarik menguasai keahlian jurnalisme data.

Program ini didisain secara komprehensif sebagai metode menghasilkan karya jurnalistik bermutu berbasiskan data. Pasar peserta kelas ini diharapkan akan memiliki kemampuan untuk menerapkan prinsip jurnalisme data di bidangnya masing-masing.

Metode

Metode pembelajaran program Jurnalisme data menggunakan metode pemaparan dan praktik, mengutamakan inquiry based learning, yang mengutamakan aspek kemanfaatan dan kebutuhan bagi peserta kelas.

Penguasaan jurnalisme data dibangun melalui pemahaman konsep yang mengadopsi metode penelitian ilmiah dengan menggunakan masterfile untuk membangun hipotesisis, data set, analisa, hingga ke struktur karyanya. Selain itu, digunakan perangkat digital untuk pengambilan, pengolahan, hingga penyajian data juga termasuk dalam materi pembelajaran yang ditawarkan.

Salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui Open Source Intelligence (OSINT) Analyst, sebuah teknik pengumpulan data yang kini juga digunakan dalam jurnalisme data. Media di Indonesia yang cukup menggunakan metode OSINT adalah NarasiTV.

Media ini menggabungkan video-video dari sumber terbuka, lalu tim Buka Mata Narasi menyusun kembali secara rinci, menit demi menit dalam kasus pembakaran Halte Trans Jakarta Sarinah pada 8 Oktober 2020. Hasilnya, tim Buka Mata Narasi merilis “62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah”.

Trainer

-Trainer dari komunitas Jurnalisme Data

Waktu

Disesuaikan dengan jumlah peserta.

PENDAFTARAN

Pendaftaran kelas dapat menghubungi